Step 1: Connecting to the Internet

Ditulis: 2018/02/09 Diperbaharui: 2019/02/18

بسم الله الرحمن الرحيم

STEP 1 : Connecting to the Internet

1.1 Pilih Network Adapter

Meskipun instalasi Arch Linux ini berupa command line, namun kita tetap dapat menggunakan wifi adapter untuk terhubung dengan jaringan. (apabila wifi adapter kalian terdeteksi). Lakukan pengecekan dengan perintah di bawah.

# wifi-menu

Apabila keluar menu interaktif berupa daftar SSID yang tersedia, maka pilih SSID milik kalian dan masukkan password dari SSID. Apabila hanya keluar pesan berupa --help, menandakan wifi adapter kalian belum terdeteksi oleh kernel driver Arch Installer. Pada kasus ini kita masih dapat menggunakan koneksi dari kabel LAN ataupun dengan menggunakan USB tethering smarpthone.

Untuk penggunaan USB tethering smartphone, hubungkan smartphone dengan laptop menggunakan kabel USB, lakukan pengecekan apakah sudah terhubung atau belum.

# lsusb

Apabila sudah terlihat nama dari device smartphone kita, lakukan perintah di bawah untuk mengaktifkan DHCP daemon service.

# dhcpcd

Setelah itu akan muncul pemberitahuan seperti di bawah.

dev: loaded udev
no interfaces have a carrier
forked to background, child pid 342

Lakukan pengetesan apakah kita telah terhubung ke Internet,

# ping google.com

Dalam langkah ini, kalian mungkin perlu menunggu beberapa saat hingga ping dapat berhasil, mungkin sekitar 1 - 2 menit. Apabila telah berhasil, kalian dapat bergerak ke step selanjutnya.

Apabila masih belum dapat terhubung dengan Internet, maka proses instalasi akan terkendala pada saat akan men-download paket-paket dari mirror server.

1.2 Memilih Mirrorlist

Karena base package yang diperlukan untuk menjadikan sistem operasi seutuhnya harus kita unduh dari server repositori, maka kita perlu memilih daftar mirror server. Tujuannya untuk mempercepat proses pengunduhan paket-paket aplikasi dari server repositori.

Mengapa tidak menggunakan mirror-mirror lokal Indonesia ?

Karena belum tentu apabila kita memilih server repositori di Indonesia sudah pasti akan mendapatkan kecepatan yang maksimal. Maka biarkan program yang memilihkan untuk kita.

Buat backup mirrorlist terlebih dahulu.

# cp /etc/pacman.d/mirrorlist /etc/pacman.d/mirrorlist.backup

Kemudian kita akan menggunakan rankmirrors untuk memilih alamat mirror mana yang paling cepat.

# rankmirrors -n 5 /etc/pacman.d/mirrorlist.backup > /etc/pacman.d/mirrorlist

Proses ini akan memakan waktu sebentar. Karena rankmirrors akan melakukan filter pada ratusan alamat mirror server yang ada pada daftar file mirrorlist.

[ ! ] Perhatian
Penggunaan rankmirrors sudah tidak direkomendasikan lagi oleh Arch Wiki.
Saat ini, sudah menggunakan reflector.
# pacman -Syy
# pacman -S reflector
# reflector --verbose --latest 5 --sort rate --save /etc/pacman.d/mirrorlist

Setelah selesai, maka daftar server repositori yang tadinya ada banyak sekali, hanya akan terseleksi dan tersisa menjadi 5 server paling cepat saja. Kalian dapat melihatnya dengan mengetikkan $ cat /etc/pacman.d/mirrorlist.

Setelah itu, kita perlu memperbaharui metadata repository kita untuk dapat sinkron dengan repositori yang baru saja kita rubah.

$ pacman -Syy

Tunggu proses sinkorinasi metadata hingga selesai. Setelah itu kita bisa bergerak ke-step selanjutnya.

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi