Step 2: Disk Partitioning

AUT: BanditHijo | PUB: 2018/02/09 | UPD: 2018/10/29

STEP 2 : Disk Partitioning

2.1 Mengecek UEFI Mode

Saya lebih prefer untuk menggunakan mode bios UEFI ketimbang mode bios Legacy. Untuk itu kita akan mengecek apakah kita sudah berada pada mode UEFI atau belum.

# ls /sys/firmware/efi

Kemudian perhatikan apakah terdapat direktori efivars atau tidak. Jika ada, berarti kita sudah berada di jalan yang benar. Apabila belum, berarti kita harus mengeset ulang pengaturan pada BIOS dan merubahnya menjadi UEFI.

2.2 Mengatur Partisi Tabel

Kita akan membuat dua partisi. Yang pertama adalah partisi ESP (EFI System Partition) dan partisi / (baca: root). Saya lebih prefer menggunakan satu partisi / dan tidak memisahkan partisi /home dari /.

Mengapa saya tidak memisahkan partisi /home ?

Karena saya tidak berniat untuk memasang distribusi sistem operasi GNU/Linux yang lain.

Pertama-tama kita harus mengetahui nama dari storage device kita.

# lsblk -p

Pada kasus saya, storage device saya bernama sda. Saya dapat mengetahui dari jumlah kapasitasnya.

Kemudian langkah selanjutnya adalah mempartisi hard disk. Terdapat banyak aplikasi yang dapat kita gunakan seperti parted, fdisk, gdsik, cfdisk, cgdisk, dll. Namun pada dokumentasi ini saya akan menggunakan gdisk.

# gdisk /dev/sda
Steps Details
o↲ → Y↲ => Membuat GPT
n↲ → ↲ → ↲ → +512MiB↲ → EF00↲ => Membuat ESP (EFI System Partition)
n↲ → ↲ → ↲ → ↲ → 8E00↲ => Membuat sisa block partisi menjadi / (LVM)
w↲ → Y↲ => Menulis table partition ke disk

Setelah kembali ke #, kita dapat mengecek apakah partisi kita telah berhasil dibuat atau tidak, dengan perintah.

# fdisk -l

Akan terdapat detail keterangan bahwa kita menggunakan gpt dan terdapat 2 partisi /dev/sda1 (EFI System) dan /dev/sda2 (Linux LVM).

sda1 akan kita gunakan sebagai partisi /boot dan sda2 akan kita gunakan sebagai partisi /.

Mengapa saya tidak menggunakan partisi SWAP ?

Karena saya menggunakan SSD. Kalo ingin menggunakan SWAP bisa kita tambahkan belakangan, setelah sistem kita jadi.

2.3 Mengenkripsi Partisi /dev/sda2

Pada saat ini, dimana semua orang mulai memperhatikan keamanan data, meskipun hanya laptop pribadi namun saya berusaha untuk tetap belajar mengerti bagaimana cara mengamankan data yang ada di dalam hard disk saya.

Pada dokumentasi instalasi ini saya akan menggunakan enkripsi pada partisi /dev/sda2 dan juga akan mengenkripsi direktori /home/username. Mungkin bisa disebut ini keamanan kue lapis. Hehe

Pada dokumentasi ini saya akan menggunakan LUKS (dm-crypt).

# cryptsetup luksFormat /dev/sda2
Steps Details
YES↲ => Konfirmasi dengan YES huruf kapital
***************** => Masukkan password untuk enksripsi /sda2
***************** => Konfirmasi password /sda2

Kita telah berhasil membuat /dev/sda2 terenkripsi dengan LUKS.

Tahap selanjutnya adalah mengkonfigurasi LVM pada /dev/sda2. Untuk itu kita perlu membuka kembali /dev/sda2 yang baru saja kita enkripsi.

# cryptsetup luksOpen /dev/sda2 lvm

Membuat physical volume.

# pvcreate /dev/mapper/lvm

Membuat volume group.

# vgcreate volume /dev/mapper/lvm

Membuat logical volume dengan nama “root”.

# lvcreate -l 100%FREE volume -n root

Kita telah berhasil mengkonfigurasi LVM pada /dev/sda2 yang terenkripsi.

2.4 Memformat Partisi

Setelah kita mengkonfigurasi partisi tabel, langkah selanjutnya adalah mem-_format_ partisi sesuai tipe partisi yang telah kita buat. Terdapat dua file sistem yang akan kita gunakan, yaitu FAT32 dan EXT4. File sistem FAT32 akan kita gunakan untuk /dev/sda1 yang merupakan partisi ESP (EFI System Partition). Sedangkan file sistem EXT4 akan kita gunakan untuk /dev/sda2 yang merupakan / partisi.

Mem-_format_ partisi /dev/sda1.

# mkfs.fat -F32 /dev/sda1

Mem-_format_ partisi /dev/sda2.

# mkfs.ext4 /dev/mapper/volume-root

Untuk melihat apakah konfigurasi partisi kita telah sesuai atau tidak, kita dapat menggunakan perintah di bawah ini untuk melihat struktur dari tabel partisi.

# lsblk
NAME                MAJ:MIN  RM    SIZE  RO  TYPE  MOUNTPOINT
loop0                 7:0     0  408.5M   1  loop  /run/archiso/sfs/
sda                   8:0     0      8G   0  disk
├─sda1                8:1     0    512M   0  part
└─sda2                8:2     0    7.5G   0  part
  └─lvm             254:0     0    7.5G   0  crypt
    └─volume-root   254:1     0    7.5G   0  lvm
sr0                  11:0     1    523M   0  rom   /run/archiso/bootmnt

Apabila telah sesuai, akan menampilkan susunan /dev/sda pada kolom NAME, seperti yang terdapat pada tabel di atas.

Lisensi

logo_cc-by-nc-sa