Step 6: Create User, Password and Hostname

AUT: BanditHijo | PUB: 2018/02/09 | UPD: 2018/10/29

STEP 6 : Create User, Password and Hostname

6.1 User and Password

Secara default, Arch Linux yang telah kita install telah memiliki akun, yaitu root. Yang ditandai dengan tanda # pada Terminal. Dan saat ini pun kita sedang menggunakan akun root. Namun akun ini secara default belum memiliki password. Oleh karena itu kita perlu (harus) mengeset password untuk akun root.

# passwd root

Kemudian, masukkan password untuk akun root. Karakter password memang tidak akan ditampilkan. Kamu akan diminta memasukkan password yang sama, sebanyak dua kali. Dan jangan sampai lupa, karena akun root ini adalah akun yang sangat penting.

Kita sudah membuat password untuk akun root. Namun, untuk pengunaan sehari-hari sebaiknya kita tidak menggunakan akun ini. Sangat direkomendasikan untuk membuat akun user. Caranya sebagai berikut.

Buat group sudo terlebih dahulu.

# groupadd sudo

Kemudian buat username.

# useradd -m -g users -G sudo,storage,wheel,power archer

Saya menggunakan username archer. Kamu dapat mengganti dengan username yang kamu inginkan. Sebagai catatan username haruslah berupa karakter huruf, lowercase (huruf kecil), dan tidak boleh ada spasi.

Setelah membuat akun user, kita akan mengeset password-nya.

# passwd archer

Masukkan password untuk akun archer.

Selanjutnya, mengeset /etc/sudoers. Kita akan mengaktifkan perintah sudo agar dapat memiliki kemampuan seperti superuser.

Kemudian, edit dengan nano text editor /etc/sudoers.

# nano /etc/sudoers

Scrolling ke bawah dan cari # %sudo ALL = (ALL) ALL. Lalu hapus tanda pagar # untuk meng-_enable_-kan user yang termasuk dalam group sudo dapat mengeksekusi semua command (perintah) pada Terminal. Hasilnya seperti contoh di bawah.

...
...
## Uncomment to allow members of group sudo to execute any command
   %sudo    ALL=(ALL) ALL
...
...

6.2 Hostname

Pada step ini, kita akan memberikan hostname pada sistem kita. Sebenarnya ini bukan hal yang crucial, namun karena ini komputer atau laptop pribadi kita, ada baiknya kita memberikan preferensi tersendiri.

Untuk mengkonfigurasi hostname,

# echo “Archer-Computer” > /etc/hostname

Perintah di atas akan menambahkan Archer-Computer pada file /etc/hostname. Kita dapat mengecek isi dari /etc/hostname dengan menggunakan perintah $ cat /etc/hostname.

Penamaan hostname berbeda dengan penamaan pada username. Pada hostname, kita dapat menggunakan uppercase (kapital), angka, simbol dan tanpa spasi.

Oke, saat ini proses konfigurasi dasar dari sistem operasi Arch Linux sudah selesai. Namun, kita membutuhkan sistem operasi yang pengoperasiannya menggunakan GUI (Graphical User Interface) atau biasa dikenal dengan DE (Desktop Environment) agar kita dapat menggunakan sistem operasi ini dengan mudah. Karena saat ini, sudah sangat jarang ditemukan user yang masih menggunakan text mode atau WM (Window Manager) pada komputer atau laptop pribadinya. Meskipun saya termasuk yang malah ketagihan menggunakan WM.

Langkah selanjutnya adalah melihat apakah proses instalasi kita berhasil atau tidak. Kita akan melakukan reboot system untuk mengeceknya.

Exit dari chroot.

# exit

Unmounting semua partisi yang sebelumnya kita mount ke direktori /mnt.

# umount -R /mnt

Lalu restart.

# reboot

Setelah berhasil menampilkan halaman login.

Arch Linux 4.13.12-1-ARCH (tty1)
Archer-Computer login: _

Login dengan akun yang telah kita buat pada Step 6.1.

Last login: Thu Nov 16 14:57:01 on tty1
[[email protected] ~]$ _

Kalau pada tahap ini kalian berhasil. Welcome to the BrotherHood !

Lisensi

logo_cc-by-nc-sa