Mulai April 2020, bandithijo.com akan menggunakan subdomain GitHub menjadi bandithijo.github.io. Penggunaan domain .com tidak sejalan dengan cara pandang saya terhadap sebuah blog, dimana blog harus bisa tetap hidup tanpa saya. Terima kasih (^_^) (bandithijo, 2020/03/25) ●

Barrier, Mengoperasikan Banyak Komputer hanya dengan Sebuah Mouse dan Keyboard

Ditulis: 2020/01/05 Diperbaharui: 2020/01/06
Tips Tools Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم

Prakata

Mungkin teman-teman pernah dihadapkan pada situasi di mana, di depan kita, terdapat banyak komputer maupun laptop, yang mungkin bisa memiliki sistem operasi yang sama, maupun berbeda.

Setidaknya dua komputer/laptop saja yang kita perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita, sudah cukup membuat repot karena kita harus berpindah mouse dan keyboard.

Artinya, semakin banyak komputer/laptop, semakin banyak mouse dan keyboard yang perlu kita gunakan untuk mengoperasikan komputer-komputer/laptop-laptop tersebut.

Saat masih menggunakan MacbookPro, beberapa tahun silam, saya pernah mencari-cari tools yang dapat mempermudah saya untuk berpindah-pindah cursor di antara dua laptop. Dalam pencarian ini, saya menemukan aplikasi yang bernama Synergy.1

gambar_1

Gambar 1 - Synergy

Synergy adalah aplikasi pembantu yang didevelop oleh Symless, yang dapat kita gunakan untuk berbagi mouse dan keyboard dengan banyak komputer dengan usaha yang minim, yaitu, dengan menggerakkan cursor ke arah di mana posisi mesin yang lain kita tempatkan (mapping).

Synergy dapat dioperasikan pada sistem operasi macOS, Microsoft Windows, dan GNU/Linux. Cukup memerlukan jaringan Ethernet atau WiFi dan tanpa memerlukan hardware tambahan.

Permasalahan

Sayangnya, Synergy tidak memiliki versi trial. Yang mengizinkan kita untuk terlebih dahulu mencoba. Namun, Synergy menjamin kalau aplikasi ini akan langsung berjalan dengan baik.

Pemecahan Masalah

Lantas, baru-baru saja, saya menemukan alternatif dari Synergy namun bersifat open source.

Barrier adalah hasil forked dari codebase Synergy veri 1.9.2

Instalasi

Proses instalasinya juga cukup mudah.

Barrier sudah menyediakan aplikasi GUI untuk Windows, macOS dan GNU/Linux.

Saya hanya akan menjelaskan proses instalasi untuk GNU/Linx.

Untuk sistem operasi Windows dan macOS, dapat langsung mengunduh file instalasi pada halaman berikut ini.

Download Barrier New Stable Release

Untuk GNU/Linux, Barrier sudah terdapat pada repositori distro masing-masing.

Karena saya menggunakan Arch, maka saya menggunakan AUR helper.

$ yay barrier

Terdapat dua tipe, Barrier GUI dan Barrier Headless

2 aur/barrier-headless 2.3.2-1 (+31 2.24%)
    Open-source KVM software based on Synergy (client and server CLI binaries)

1 aur/barrier 2.3.2-1 (+31 2.24%)
    Open-source KVM software based on Synergy (GUI)

gambar_2

Gambar 2 - Proses instalasi Barrier dengan Yay

Saya mencoba memasang yang GUI, untuk mendapatkan user experience GUI terlebih dahulu.

Bagi yang ingin memasang sendiri dari source code, dapat merujuk ke panduan yang disertakan pada wiki Barrier di sini.

Nah, kalo sudah dipasang, saat pertama kali dijalankan, kita akan dihadapkan pada tampilan window seperti ini.

gambar_3

Gambar 3 - Welcome Page dari Barrier

gambar_4

Gambar 4 - Window Utama untuk Memilih Sebagai Client atau Server

Pada contoh di atas, saya menggunakan ThinkPad X61 (GNU/Linux) sebagai server, dan ThinkPad X260 (Windows 10) sebagai client.

Server artinya, mesin yang kita setup sebagai server akan kita gunakan mouse dan keyboardnya untuk menjelajah ke mesin-mesin lain yang di setup sebagai client.

gambar_5

Gambar 5 - Konfigurasi Layout yang ada di Server

Nah, sepertinya segini saja dulu.

Untuk lebih lengkapnya silahkan merujuk pada dokumentasi dari Barrier.

Demonstrasi video menyusul yaa.

Terima kasih.

(^_^)

Referensi

  1. symless.com/synergy
    Diakses tanggal: 2020/01/05

  2. github.com/debauchee/barrier
    Diakses tanggal: 2020/01/05

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi