Menimbang dan melihat sudah tidak adanya lalu lintas data yang menuju ke page Groups dan 157, maka kedua halaman ini dengan berat hati harus kami take down untuk tujuan efisiensi. (bandithijo, 2019/10/11) ● Untuk semua artikel yang memberikan tautan ke repositori dotfiles saya di GitHub, saat ini sedang dalam proses perbaikan sehingga tidak dapat diakses. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. (bandithijo, 2019/03/14) ●

Menghapus Aplikasi di dalam Wine

Ditulis: 2018/05/23 Diperbaharui: 2019/03/18
Tips Wine

بسم الله الرحمن الرحيم

banner

Pendahuluan

Saya termasuk tipe pengguna GNU/Linux yang sering mencoba memasang aplikasi Microsoft Windows di sistem GNU/Linux menggunakan Wine.

Sejauh ini aplikasi Microsoft Windows yang berhasil saya pasang dan saya masih gunakan untuk produktifitas saya sehari-hari adalah,

  1. Line Messenger (Naver Line)
  2. WinBox (MikroTik)
  3. Macromedia Flash 8 Pro (Macromedia)

Line, terpaksa saya pasang karena teman-teman kuliah saya masih menggunakan aplikasi ini. Winbox saya gunakan untuk konfigurasi MikroTik. Macromedia Flash 8, belum saya gunakan untuk apa-apa, baru saya gunakan sekali untuk mengerjakan tugas “Design Challenge”.

Permasalahan

Terkadang kita ingin mengujicoba apakah aplikasi yang kita maksud dapat berjalan dengan lancar di sistem operasi GNU/Linux yang kita miliki saat ini. Namun, setelah dipasang, kita bingung bagaimana cara menghapusnya. Apakah cukup menghapus direktori program tersebut yang terdapat pada “Program Files” atau harus menjalankan tool Uninstall Program seperti yang terdapat pada Microsoft Windows.

Solusi

Caranya sangat mudah, kita dapat menggunakan aplikasi GUI bantuan untuk meng-uninstall aplikasi-aplikasi yang kita pasang di Wine.

Buka Terminal dan ketikkan,

$ wine uninstaller

Berikut saya sertakan ilustrasinya.

gambar1

Gimana? Sangat mudah sekali bukan?

Referensi

  1. wiki.winehq.org/Uninstaller
    Diakses tanggal: 2018/05/23

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi