Menimbang dan melihat sudah tidak adanya lalu lintas data yang menuju ke page Groups dan 157, maka kedua halaman ini dengan berat hati harus kami take down untuk tujuan efisiensi. (bandithijo, 2019/10/11) ● Untuk semua artikel yang memberikan tautan ke repositori dotfiles saya di GitHub, saat ini sedang dalam proses perbaikan sehingga tidak dapat diakses. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. (bandithijo, 2019/03/14) ●

MPV, Bukan Pemutar Video Biasa

Ditulis: 2019/01/11 Diperbaharui: 2019/03/18
Tips Tools Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم

Prakata

Teman-teman pasti memiliki pemutar video favorit masing-masing. Begitupun saya, MPV adalah pemutar video favorit sepanjang 2016 sampai saat tulisan ini dibuat. (2016 - 2019).

Selama menggunakan MPV tidak habis-habisnya saya menemukan fitur-fitur yang berguna untuk memudahkan urusan-urusan saya dalam hal video. Awalnya saya hanya ingin pemutar video yang memiliki user interface yang minimalis (karena hanya ingin fokus pada video), ringan, dan cepat saat dipanggil.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata banyak sekali fitur-fitur yang dimiliki oleh MPV, dengan fitur yang hampir menyerupai VLC. Malah beberapa fitur pada MPV, saya belum pernah menggunakannya pada saat menggunakan VLC, karena belum adanya kebutuhan akan hal tersebut saat masih menggunakan VLC.

Sekilas Tentang MPV

MPV adalah fork dari MPlayer dan mplayer2. Memiliki banyak dukungan terhadap hampir semua format file video dan audio codecs dan subtitle.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh MPV:

  1. Memiliki banyak command option layaknya MPLayer. Namun, sudah lebih diperbaiki dalam hal susunan sintaksis agar lebih mudah digunakan dan diingat
  2. MPV tidak memiliki official GUI, namun begitu, dapat dengan mudah kita operasikan dengan menggunakan keyboard shortcuts atau gerakan mouse
  3. MPV memiliki video output berbasis OpenGL yang memiliki banyak sekali fitur-fitur yang digemari oleh penggemar video, seperti video scaling, color correction, frame timing, interpolation, HDR, dan masih banyak lagi
  4. MPV memanfaatkan API FFmpeg hwaccel untuk mendukung format VDPAU, VAAPI, DXVA2, VDA dan akselerasi decoding video VideoToolbox
  5. Tentu saja MPV masih aktif dikembangkan, berfokus pada refactoring dan pembersihan kode serta menambahkan fitur
  6. Free, open source dan multi platform

Instalasi

Untuk distribusi Arch Linux, langsung saja pasang dari repository.

$ sudo pacman -S mpv

Untuk distribusi lain, silahkan menyesuaikan.

Konfigurasi

Secara default, MPV akan membaca file konfigurasi yang terdapat pada direktori /etc/mpv (untuk system wide) atau ~/.config/mpv/ (untuk user).

Untuk membantu konfigurasi awal, kita dapat mengambil sampel konfigurasi default settings, dengan cara sebagai berikut.

$ cp -r /usr/share/doc/mpv/ ~/.config/

Saat ini saya hanya menggunakan 2 file yang ada pada direktori config ini, yaitu:

  1. input.conf - Untuk keyboard shortcuts
  2. mpv.conf - Untuk konfigurasi mpv itu sendiri

Saya akan mulai dari file mpv.conf terlebih dahulu.

Konfigurasi mpv.conf

Buka Terminal dan edit file mpv.conf.

Saya menambahkan pada baris paling akhir setelah bagian/blok profiles, option-option di bawah.

###########
# General #
###########

input-ipc-server=/tmp/mpvsocket           # listen for IPC on this socket
save-position-on-quit=no                  # handled by a script

#no-border                                # no window title bar
msg-module                                # prepend module name to log messages
msg-color                                 # color log messages on terminal
term-osd-bar                              # display a progress bar on the terminal
use-filedir-conf                          # look for additional config files in the directory of the opened file
#pause                                    # no autoplay
keep-open                                 # keep the player open when a file's end is reached
autofit-larger=90%x90%                    # resize window in case it's larger than W%xH% of the screen
cursor-autohide-fs-only                   # don't autohide the cursor in window mode, only fullscreen
input-media-keys=no                       # enable/disable OSX media keys
cursor-autohide=1000                      # autohide the curser after 1s
prefetch-playlist=yes
force-seekable=yes

screenshot-format=png
screenshot-png-compression=8
screenshot-template='~/pix/ScreenShot/%F (%P) %n'

hls-bitrate=max                           # use max quality for HLS streams

[ytdl-desktop]
profile-desc=cond:is_desktop()
ytdl-format=bestvideo[height<=?720]+bestaudio/best

[ytdl-laptop]
profile-desc=cond:is_laptop()
ytdl-format=bestvideo[height<=?720][fps<=?30][vcodec!=?vp9][protocol!=http_dash_segments]+bestaudio/best

[default]


#########
# Cache #
#########

# Configure the cache to be really big (multiple GBs)
# We have a lot of memory, so why not use it for something

cache=no
#cache-default=4000000                    # size in KB
#cache-backbuffer=250000                  # size in KB
#demuxer-max-bytes=1147483647             # ~1 GiB in bytes


#############
# OSD / OSC #
#############

osd-level=1                               # enable osd and display --osd-status-msg on interaction
osd-duration=2500                         # hide the osd after x ms
osd-status-msg='${time-pos} / ${duration}${?percent-pos: (${percent-pos}%)}${?frame-drop-count:${!frame-drop-count==0: Dropped: ${frame-drop-count}}}\n${?chapter:Chapter: ${chapter}}'

osd-font='Source Sans Pro'
osd-font-size=32
osd-color='#CCFFFFFF'                     # ARGB format
osd-border-color='#DD322640'              # ARGB format
#osd-shadow-offset=1                      # pixel width for osd text and progress bar
osd-bar-align-y=0                         # progress bar y alignment (-1 top, 0 centered, 1 bottom)
osd-border-size=2                         # size for osd text and progress bar
osd-bar-h=2                               # height of osd bar as a fractional percentage of your screen height
osd-bar-w=60                              # width of " " "


#############
# Subtitles #
#############

sub-auto=all                              # membuat mpv tetap mendeteksi file subtitle
no-sub-visibility                         # namun dalam keadaan terhidden
#sub-auto=fuzzy                           # external subs don't have to match the file name exactly to autoload
sub-file-paths-append=ass                 # search for external subs in these relative subdirectories
sub-file-paths-append=srt
sub-file-paths-append=sub
sub-file-paths-append=subs
sub-file-paths-append=subtitles

demuxer-mkv-subtitle-preroll              # try to correctly show embedded subs when seeking
embeddedfonts=yes                         # use embedded fonts for SSA/ASS subs
sub-fix-timing=no                         # do not try to fix gaps (which might make it worse in some cases)
sub-ass-force-style=Kerning=yes           # allows you to override style parameters of ASS scripts
sub-use-margins
sub-ass-force-margins

# the following options only apply to subtitles without own styling (i.e. not ASS but e.g. SRT)
sub-font="Source Sans Pro Semibold"
sub-font-size=36
sub-color="#FFFFFFFF"
sub-border-color="#FF262626"
sub-border-size=3.2
sub-shadow-offset=1
sub-shadow-color="#33000000"
sub-spacing=0.5


#############
# Languages #
#############

slang=enm,en,eng,de,deu,ger               # automatically select these subtitles (decreasing priority)
alang=ja,jp,jpn,en,eng,de,deu,ger         # automatically select these audio tracks (decreasing priority)


#########
# Audio #
#########

audio-file-auto=fuzzy                     # external audio doesn't has to match the file name exactly to autoload
audio-pitch-correction=yes                # automatically insert scaletempo when playing with higher speed
volume-max=200                            # maximum volume in %, everything above 100 results in amplification
volume=100                                # default volume, 100 = unchanged

Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa option yang saya gunakan. Saya tidak dapat menjelaskan semuanya secara detail.

Save Position on Quit

save-position-on-quit=no

Option di atas digunakan untuk menyimpan posisi terakhir dari seek bar. Sehingga memungkinkan kita saat membuka file video yang sama, akan kembali dimulai pada menit sebelum mpv di-quit.

Display Progress Bar on Terminal

term-osd-bar

Karena terkadang saya menjalankan mpv juga dari Terminal, misalkan menonton video melalui url youtube, saya membutuhkan progress bar untuk memberikan saya referensi di mana posisi saya saat ini (sudah berapa menit).

Keep Open After Video End

keep-open

Option ini digunakan agar mpv tidak otomatis keluar saat selesai menjalankan video/audio.

Default Window Size

autofit-larger=90%x90%

Option ini saya pergunakan agar saat membuka mpv, video tidak lebih besar dari resolusi layar yang saya gunakan.

ScreenShot Format

screenshot-format=png
screenshot-png-compression=8
screenshot-template='~/pix/ScreenShot/%F (%P) %n'

Option ini saya pergunakan untuk mengatur screenshot file type dan lokasi dimana hasil screenshot disimpan beserta format namanya.

youtube-dl Format

[ytdl-desktop]
profile-desc=cond:is_desktop()
ytdl-format=bestvideo[height<=?720]+bestaudio/best

[ytdl-laptop]
profile-desc=cond:is_laptop()
ytdl-format=bestvideo[height<=?720][fps<=?30][vcodec!=?vp9][protocol!=http_dash_segments]+bestaudio/best

Option di atas saya pergunakan untuk mengatur format video yang akan dipilih pada saat menonton streaming YouTube. Saya menggunakan fiber optik internet, sehingga tidak ada masalah untuk mengeset pada resoulsi 720.

Konfigurasi input.conf

Untuk file konfigurasi input.conf saya tidak menambahkan banyak pengaturan keyboard shortcuts.

Saya hanya menambahkan untuk pengaturan horizontal flip dan rotate video.

Edit file input.conf dan tambahkan di paling bawah.

- cycle-values video-rotate "90" "180" "270" "0"
= vf toggle hflip

Option di atas bertujuan untuk melakukan rotate ke kanan dengan menekan tombol - dan tombol = untuk membuat video menjadi horizontal flip.

Saya menggunakan kedua tombol tersebut, karena belum terdapat command apapun yang dimiliki oleh keduanya.

Contoh Pemanfaatan MPV

Menonton YouTube

Sangat praktis sekali untuk dapat menonton video YouTube di MPV.

Caranya pun sangat mudah. Hanya perlu mengcopy paste url video YouTube setelah perintah mpv.

$ mpv https://www.youtube.com/watch?v=Jju_lt5f0Zo
Mengapa Menonton YouTube Menggunakan MPV ?
Berikut ini adalah beberapa alasan saya:
  1. Praktis dan simpel
  2. Minim distraksi dari user interface YouTube
  3. Bebas dari iklan
  4. Volume dapat kita push hingga lebih dari 100% untuk video yang memiliki suara yang kecil
  5. Brightness, Contrast serta Saturation yang dapat kita atur sendiri. Karena terkadang ada video yang terlalu gelap
  6. Video dapat dikontrol, seperti: fast, slow, maju satu frame, maju 10 frame, dll
  7. dll.

WebCam Viewer

Selain dapat memutar video, MPV juga saya pergunakan untuk menampilkan output dari kamera WebCam.

Tidak seperti aplikasi WebCam pada umumnya yang harus bergantian dalam menampilkan output dari kamera. MPV dapat melakukannya secara bersamaan. Yaa jelas, karena mpv memanggil alamat dari masing-masing WebCam.

Sepertinya untuk menggunakan fitur ini, kita memerlukan paket v4l-utils.

$ sudo pacman -S v4l-utils

Namun, saya belum yakin apakah fitur ini membutuhkan paket v4l-utils atau tidak.

Sebelumnya cek dulu apakah terdapat webcam yang aktif.

$ ls -l /dev/video*
crw-rw----+ 1 root video 81, 0 Jan 11 21:39 /dev/video0
crw-rw----+ 1 root video 81, 1 Jan 11 21:39 /dev/video1

Setelah itu baru kita panggil WebCam yang aktif.

Dalam kasus ini hanya /dev/video0/ saja yang saya gunakan.

$ mpv av://v4l2:/dev/video0

Apabila ingin menambahkan propertis lain seperti hitam putih dan horizontal flip, kira-kira seperti ini contohnya.

Horizontal flip.

$ mpv av://v4l2:/dev/video0 --vf=hflip

Atau hitam putih.

$ mpv av://v4l2:/dev/video0 --saturation=-100

Hasilnya,

Mengapa Mengunakan MPV sebagai WebCam viewer ?
Berikut ini adalah beberapa alasan saya:
  1. Praktis dan simpel
  2. Minim distraksi dari user interface YouTube
  3. Brightness, Contrast serta Saturation yang dapat kita atur sendiri.
  4. Dapat Multi Cam
  5. Cenderung ringan dan tidak membuat laptop menjadi panas

gambar_1

Gambar 1 - MPV menampilkan output dari banyak WebCam

gambar_2

Gambar 2 - Demonstrasi Horizontal Flip dan Rotate menggunakan keyboard Shortcut

Subtitle

pada konfigurasi yang saya buat, saya menghidden visibility dari subtitle.

no-sub-visibility

Tujuannya, agar subtitle tidak langsung ditampilkan pada semua video.

Cara menggunakannya,

  1. Tekan V untuk meng-enable dan disable visibility dari subtitle.
  2. Apabila terdapat lebih dari 1 subtitle, kita dapat berpindah antar subtitle menggunakan J untuk Next Subtitle dan SHIFT + J untuk Previous Subtitle.

Keyboard Shortcuts

Default Keyboard Shortcuts berdasarkan file input.conf.

Play/Pause

SPACE toggle play/pause
p toggle play/pause

Show Progress

o show progress
P show progress

Skip 5 atau 60 detik

seek 5
seek -5
seek 60
seek -60

Kecepatan Play Video

[ multiply speed 0.9091
] multiply speed 1.1
{ multiply speed 0.5
} multiply speed 2.0

Keluar

q quit
Q quit-watch-later

Subtitle

v toggle subtitle visibility
j toggle next subtitle
J toggle previous subtitle
z add sub-delay -0.1
x add sub-delay +0.1

Volume

0 add volume +2
9 add volume -2
m toggle mute

Color Correction

1 add contrast -1
2 add contrast +1
3 add brightness -1
4 add brightness +1
5 add gamma -1
6 add gamma +1
7 add saturation -1
8 add saturation +1

Fullscreen

f fullscreen

Looping

l A-B loop

Keyboard Shortcuts yang saya tambahkan.

- rotate left 90 180 270 0
= horizontal flip

Pesan Penulis

Masih banyak fitur-fitur keren dari MPV yang mungkin belum tercover oleh tulisan ini. Mudah-mudahan dapat saya tambahkan lagi dilain waktu apabila menemukan penerapan lain dari penggunaan MPV.

Referensi

  1. mpv.io
    Diakses tanggal: 2019/01/11

  2. github.com/mpv-player/mpv
    Diakses tanggal: 2019/01/11

  3. wiki.archlinux.org/index.php/mpv
    Diakses tanggal: 2019/01/11

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi