Demonstrasi Belajar Menggunakan Blender untuk Video Editing

AUT: BanditHijo | PUB: 2018/02/15 | UPD: 2018/12/11

Deskripsi

Tidak banyak yang memahami, bahkan Dylan sekalipun, bahwa dalam sistem operasi GNU/Linux, kita bisa sama mudahnya seperti Windows dan OS X dalam memproduksi konten-konten multimedia. Image, Video, Audio, Visual Efx, dll.

Saya, selama ini menggunakan Kdenlive untuk mengedit video-video yang membutuhkan waktu produksi yang singkat dan cepat. Praktis, simpel, dan komplit. Ternyata baru saya sadari, terdapat hal yang tidak dapat dilakukan oleh Kdenlive, dan sangat mengganggu sekali bagi saya, yaitu proses export dengan custom video size. Kdenlive tidak menyediakan fitur ini.

Lightworks, entah mengapa, aplikasi ini secara perlahan-lahan melahap byte demi byte kapasitas RAM saya hingga penuh dan force closed.

Saya, yang sebelumnya sangat takut menggunakan Blender, karena serem dengan aplikasi yang punya banyak tombol-tombol, mau gak mau karena tuntutan produksi, dalam semalam ngebut untuk belajar proses video editing dasar menggunakan Blender.

Background music: NICO Touches the Walls - Hologram

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi