Menimbang dan melihat sudah tidak adanya lalu lintas data yang menuju ke page Groups dan 157, maka kedua halaman ini dengan berat hati harus kami take down untuk tujuan efisiensi. (bandithijo, 2019/10/11) ● Untuk semua artikel yang memberikan tautan ke repositori dotfiles saya di GitHub, saat ini sedang dalam proses perbaikan sehingga tidak dapat diakses. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. (bandithijo, 2019/03/14) ●

Bermigrasi Menggunakan Simple Terminal dari Suckless

Ditulis: 2019/02/08 Diperbaharui: 2019/02/17
Terminal Tips Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم

Deskripsi

Hampir sebagian besar aktivitas saya berada di atas Terminal: text editor, file manager, email client, rss feed reader, dll (sebut saja preman). Namun masih mencari-cari aplikasi Terminal yg sesuai dengan ekspektasi saya, setidaknya yg mendekati. Di Linux, banyak sekali Terminal emulator yg tersedia, beberapa yg sudah saya coba, gnome-terminal, xfce-terminal, lxterminal, urxvt, termite, kitty, alacritty. Namun, belum ada yg sesuai. Masalah paling tidak nyaman adalah kesalahan pada glyph font rendering.

Malam tadi, bener2 mencoba Terminal besutan SUCKLESS, yang mengusung suckless filosofi. Mencoba meracik sendiri dari vanilla hingga mem-patching agar sesuai dengan ekspektasi.

Hasilnya, sejauh ini, saya suka! Ternyata ini kenikmatan meracik aplikasi sendiri dari source code.

Alhamdulillah tidak perlu pusing2 lagi soal glyph font dan wrong bold color rendering.


Background music:

Black Clover OP 6 / Opening 6 Full Song「Rakugaki Page」by Kankaku Piero

Penulis

logo_author

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi